
Aman, Nyaman, Gratis Dokumentasi!
Makkah, Madinah, Taif, Al-Ula — dengan guide berpengalaman, dokumentasi profesional, dan itinerary yang sepenuhnya menyesuaikan ritme ibadahmu.
Jangan sampai sudah capek umroh tapi tidak ada dokumentasi berkesan dan ilmu sejarah Islam langsung dari setiap lokasinya. Belum lagi waktu habis karena bingung cari transportasi atau driver yang tidak bisa diajak komunikasi. Elmuyassar ada supaya itu tidak terjadi padamu.
LAYANAN KAMI
Perbandingan
Tour Biasa
Elmuyassar
PORTOFOLIO










































TESTIMONIAL
“Saya baru sadar betapa banyak yang selama ini saya lewatkan di Makkah.”
Ini umroh ketiga saya, tapi baru kali ini saya benar-benar keluar dari rutinitas hotel-masjid. Waktu driver kami berhenti di Jabal Tsur dan mulai cerita tentang hijrahnya Rasulullah, saya sampai merinding. Bukan karena dramatis — tapi karena saya berdiri tepat di tempat itu. Foto-foto yang diambilkan juga bagus, natural, tidak seperti disuruh pose. Pulang ke Indonesia, beberapa foto itu yang paling sering saya lihat ulang.
Ummu Khalid
SurabayaCity Tour Makkah
“Anak saya yang 8 tahun sampai hafal nama-nama tempat yang kami kunjungi.”
Kami berangkat berlima — saya, istri, dan tiga anak. Sempat khawatir anak-anak bosan, tapi ternyata tidak. Driver kami sabar sekali menjelaskan sejarah dengan cara yang mudah dimengerti anak-anak. Di Jabal Rahmah, anak saya yang paling kecil tanya 'ini tempat Adam sama Hawa ketemu ya Pak?' — saya tidak menyangka dia nyimak. Itinerary juga tidak dipaksakan, waktu anak saya minta istirahat ya kita istirahat dulu.
Pak Darmawan
BandungCity Tour Makkah
“Taif itu dingin, tenang, dan punya sesuatu yang susah saya jelaskan.”
Jujur saya pergi ke Taif tanpa ekspektasi tinggi. Tapi dari awal perjalanan naik ke kotanya saja sudah beda suasana. Waktu masuk ke pabrik parfum mawar, aromanya itu — saya sampai beli beberapa botol untuk dibawa pulang. Makan siang di Romansiah juga tidak terlupakan, bukan karena mewah, tapi karena pemandangannya sambil makan itu yang bikin terasa istimewa. Saya menyesal tidak pergi ke Taif di umroh-umroh sebelumnya.
Bu Fitri
MedanCity Tour Taif
“Bawa istri yang sedang hamil, dan semuanya berjalan dengan nyaman.”
Istri saya waktu itu hamil 6 bulan, jadi saya agak khawatir soal perjalanan. Tapi driver kami dari awal sudah tanya kondisi istri saya dan menyesuaikan ritme perjalanan. Tidak dipaksakan naik Telefric karena pertimbangan keselamatan, tapi diganti destinasi lain yang tidak kalah indah. Justru karena tidak terburu-buru, istri saya bisa benar-benar menikmati. Taif itu udaranya beda, lebih segar, dan istri saya bilang ini bagian perjalanan umroh yang paling dia suka.
Mas Irwan
SemarangCity Tour Taif
“Di Jabal Uhud saya menangis — bukan karena dibuat menangis, tapi memang mengalir sendiri.”
Saya sudah baca sejarah Perang Uhud berkali-kali, tapi mendengarnya langsung di lokasi itu berbeda. Driver kami bukan ceramah panjang, dia cerita dengan santai sambil menunjuk ke arah-arah yang relevan. Ada momen saya diam lama di depan makam para syuhada — tidak ada yang menyuruh, memang ingin diam saja di sana. Perjalanan ke Percetakan Al-Quran juga tidak saya duga seimpresif itu, melihat sendiri prosesnya dari dekat.
Pak Hendra
YogyakartaCity Tour Madinah
“Masjid Quba adalah tempat yang paling ingin saya kembali.”
Saya sudah tahu dua rakaat di Masjid Quba pahalanya setara satu umroh, tapi selama dua kali umroh sebelumnya saya belum pernah ke sana karena tidak tahu caranya. City tour ini yang akhirnya membawa saya ke sana. Suasananya jauh lebih tenang dari Masjid Nabawi, dan saya bisa shalat dengan khusyuk tanpa berdesakan. Driver kami juga memberikan waktu yang cukup — tidak terburu-buru karena ada destinasi lain yang menunggu.
Ibu Salmah
PalembangCity Tour Madinah
“Saya tidak menyangka ada tempat seperti ini di Arab Saudi.”
Selama ini pikiran saya tentang Arab Saudi ya Makkah dan Madinah. Al-Ula benar-benar di luar bayangan saya. Waktu pertama kali melihat Elephant Rock dari dekat, saya diam cukup lama — ukurannya jauh lebih besar dari yang terlihat di foto. Perjalanan ke Harrat Viewpoint sore hari itu yang paling berkesan, cahaya mataharinya membuat semua batu terlihat seperti dicat warna emas. Foto-foto yang diambilkan driver kami di sana jadi foto terbaik yang pernah saya punya.
Kak Hanum
SurabayaCity Tour Al-Ula
“Perjalanan 6 jam dari Madinah itu tidak terasa sia-sia sama sekali.”
Saya sempat ragu karena jarak Al-Ula dari Madinah cukup jauh. Tapi driver kami sudah menjelaskan rute dan perkiraan waktu dari awal, jadi kami bisa atur ekspektasi. Di perjalanan pun jalurnya tidak membosankan — ada banyak pemandangan padang pasir dan tebing yang bagus. Begitu sampai di Old Town dan jalan-jalan di antara bangunan tanah liat yang sudah ditinggalkan ratusan tahun, rasa lelah dari perjalanan langsung terbayar.
Pak Ridwan
Jakarta UtaraCity Tour Al-Ula
“Ada momen ibu saya berdiri diam memandang Makkah dari atas — saya tidak bisa menahan air mata.”
Ibu saya sudah 68 tahun dan ini umroh pertamanya. Saya khawatir naik bukit terlalu berat untuk beliau. Tapi driver kami dari awal sudah bilang tidak perlu terburu-buru, dan benar saja — kami naik pelan-pelan, istirahat kalau perlu. Di atas, ibu saya berdiri lama memandang kota Makkah. Beliau tidak bilang apa-apa, hanya tersenyum. Foto momen itu sekarang tergantung di ruang tamu kami.
Nadia
BandungJabal Kudai Khandamah
“Saya sudah tiga kali umroh dan baru tahu tempat ini.”
Sedikit menyesal kenapa tidak dari dulu. Jabal Kudai itu dekat dari Makkah tapi pemandangannya sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Dari atas bisa lihat Masjidil Haram dengan jelas, dan suasananya jauh lebih sepi dari pusat kota. Kami piknik kecil-kecilan di sana, makan yang kami bawa dari hotel, angin sepoi-sepoi. Tidak ada yang spesial secara teknis, tapi momennya itu yang bikin berkesan.
Mas Budi
SoloJabal Kudai Khandamah
FAQ
Konsultasi gratis, tanpa komitmen apapun.